Tentang Ilustrasi di Atas dan Sedikit Kisah Persahabatan Dengan Ilustratornya...

Holla..

Setelah sudah lama tidak ngeblog lagi, aku memutuskan untuk mengubah sedikit penampilan blog ini. Yup! Aku adalah orang yang sangat konsekuen. Jadi kalau aku bilang sedikit, ya sedikit. Aku hanya menambahkan ilustrasi diriku di bagian judul blog. Ya. Cuma itu. Sedikit kan perubahannya. Hihihi...



Jadi, ilustrasi itu adalah hasil karya salah satu partner in crime aku, madam Wilma Prima yang dahulu sempat berdomisili di Medan dan sekarang kembali ke kota kelahirannya di Sumatera Barat, dan menjalani profesi di bidang pariwisata dan tetap mengisi hari-harinya dengan menggambar.

Aku mengenal si Madam (begitu aku sering memanggilnya) ini sebenarnya ketika bergabung dengan salah satu organisasi kampus yang bergerak di bidang pers mahasiswa. Saat itu aku sebagai reporter dan Madam sebagai ilustrator (kalau nggak salah). Tapi, karena jarak antara junior yang masih malu-malu dan senior yang sibuk dan jarang kelihatan, kami sama sekali tidak pernah bertegur sapa.

Mungkin udah takdir kali ya, berkat penghubung dari Hanum yang merupakan teman kos-ku dan juga junior si Madam di kampus. Seiring dengan berjalannya waktu kami sering bertemu, berbagi hobi yang sama, sampai pada akhirnya menyadari kalau kami memiliki passion yang sama. Membaca majalah yang sama. Memiliki obsesi pekerjaan di bidang yang sama. Tertarik pada hal yang sama. Bermimpi tentang hal sama. Mengkritiki sesuatu yang sama. Menonton film yang sama. Membaca buku yang sama. Ya, banyak hal  yang sama. walaupun pada dasarnya kami berbeda.

Dalam caption ilustrasi diriku yang di posting di akun instagramnya, si Madam menuliskan "She's my best partner in crime when it comes to fashion, books and movies. She's also my best fashion advisor, ehm and also one of my friend who encourage me to wear more skirt than just skinny jeans. I met sari because she live in the same boarding house as my friend Hanum. At first i didnt realy speak to her, but when i knew that we share the same passion, i spent more time in her room than in Hanum's room. My favorite activities in her room was drawing, because i always got a cup of coffee for free :D".

 Aku hanya bisa terkekeh-kekeh membaca bagian "...At First i didnt realy speak to her...". Mungkin kalau bagi laki-laki kita sering dengar istilah "persaudaraan antar lelaki dimulai dari sebatang rokok", mungkin perempuan juga memiliki perumpaan yang mirip. Seperti ini mungkin, "persaudaraan antar perempuan dimulai dari sebatang lipstick atau mungkin sepasang sepatu". Haha... abaikan.

Bagiku, si Madam ini seperti Kakak yang tidak pernah aku miliki, terkadang dia menyebalkan namun sering menyejukan. Sikap dan tuturnya selalu elegant dan berwibawa. Perhatiannya selalu terasa tanpa perlu bertanya bagaimana keadaanku dengan nada cemas.



Yup, kayaknya kisah personalnya cukup sampai situ aja yah.

Untuk yang ingin lihat karya-karya lain dari Madam Wilma Prima bisa langsung ke blog pribadinya, atau follow akun instagramnya @wilma_prima. Disitu kamu bakalan bisa lihat begitu banyak ilustrasi yang di kerjakan oleh Madam, baik secara iseng maupun karya serius yang merupakan portofolionya sebagai fashion ilustrator di salah satu media lifestyle online beberapa waktu lalu.

Btw, beberapa ilustrasi untuk foto praweddingku juga hasil karya Madam lho.



Dan, kami juga pernah berkolaborasi dalam novelku yang pada akhirnya aku putuskan hanya untuk disimpan sampai waktu yang belum ditentukan.


Untuk kolaborasi ini, Madam Wilma juga sudah pernah memposting dalam blog pribadinya, silahkan dibaca disini dan disini.

Oke... cukup sekian kisah tentang ilustrasi di atas dan sedikit kisah persahabatan dengan ilustratornya.

XOXO


Komentar

Postingan Populer